Bank BTN Cabang Depok harus bersaing extra untuk mencapai realisasi KPR 2019, terutama untuk properti komersial (non subsidi). Sementara untuk realisasi KPR Subsidi, harus dikejar ke luar wilayah Depok.

PropertiTerkini.com – Sebagaimana diketahui, bisnis properti di tanah air belum bergerak maksimal. Banyak pengembang properti dan investor yang lebih bersikap wait and see, sembari menunggu momentum terbaik. Beberapa faktor menyebabkan hal ini, diantaranya seperti Pilpres 2019, Hari Raya Lebaran, hingga tahun ajaran baru sekolah.

Baca Juga: Investasi Menggoda Hunian TOD di Margonda Depok

Meski demikian, beberapa bank yang terlibat dalam penyaluran pembiayaan properti tetap optimis akan mendulang sukses, serupa dengan tahun lalu. Salah satunya adalah Bank Tabungan Negara (Bank BTN) Cabang Depok, Jawa Barat.

Potensi properti di wilayah Depok, menurut Wisnu Agus Prijanto, Branch Manager BTN Kantor Cabang Depok, semakin meningkat. Permintaan akan hunian, baik tapak maupun vertikal masih sangat tinggi.

“Kita bisa saksikan bahwa saat ini semakin banyak proyek hunian, terutama apartemen di jalur utama, Jalan Margonda Raya hingga Jalan Juanda. Dan rata-rata mereka memasarkan dengan harga mulai Rp400-700 jutaan,” ujar Wisnu di kantornya, Depok, akhir April lalu.

Tidak hanya hunian vertikal oleh pengembang besar, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pengembang perorangan pun semakin menjamur. Rerata mereka membangun hunian tapak dalam klaster dengan jumlah terbatas.

Baca Juga: Perbankan Bidik Ceruk Pasar Milenial Bandung Raya

Dari sisi investasi, lanjut Wisnu, Depok sebagai salah satu Kota Pendidikan pun menyimpan potensi yang sangat besar. Banyak mahasiswa yang mulai beralih dari kos-kosan ke apartemen yang lebih lengkap akan fasilitas. Bisnis sewa apartemen pun terlihat sangat menjanjikan.

Potensi lain adalah hunian dengan pendekatan transportasi massal atau Transit Oriented Development (TOD). Beberapa pengembang tengah merampungkan hunian di stasiun-stasiun commuter line yang juga menargetkan pasar kaum urban yang bekerja di Jakarta.

“Kita lihat dari pertumbuhan penyaluran KPR Non Subsidi, di sekitar kampus juga terus meningkat, terutama di segmen di bawah Rp1 miliar. Dan prospeknya bagus saat ini adalah TOD atau yang dekat dengan stasiun,” katanya.

Bersaing di Non Subsidi

Berbeda dengan Bank BTN cabang lain, dimana penyaluran pembiayaan properti atau Kredit Pemilikan Rumah/Apartemen (KPR/KPA) didominasi oleh KPR Subsidi. KPR Bank BTN Cabang Depok justru didominasi oleh KPR Non Subsidi. Bahkan cabang ini menjadi salah satu lumbung non subsidi. Meski demikian, target realisasi subsidi tetap dipatok.

Baca Juga: Gandeng Pollux Technopolis, CIMB Niaga Tawarkan KPA 6,50 Persen

“Di Depok tidak ada sama sekali rumah subsidi, sehingga kami harus melakukan realisasi ke wilayah lain. Seperti ke Bogor, Bekasi, Subang, Karawang, Cilegon dan Tangerang,” terang Wisnu.

Adapun realisasi penyaluran KPR Subsidi sepanjang 2018 lalu mencapai lebih dari Rp390 miliar, sedikit di bawah target Rp400 miliar. Sedangkan KPR Non Subsidi mencapai lebih dari Rp1 triliun. Namun demikian, target Rp1,4 triliun, baik subsidi maupun non subsidi sepanjang 2018 tercapai.

Sementara realisasi KPR tersebut masih didominasi oleh segmen perumahan/landed yang mencapai 90 persen. Meskipun kawasan Depok juga sedang gencar dengan pembangunan apartemen.

“Padahal banyak apartemen yang kami terlibat dalam pembiayaan konstruksinya. Hanya untuk KPA, kami masih kala dengan bank lain,” ungkap Wisnu.

Baca Juga: Sinergi dengan BTN, PP Urban Pasok Apartemen Murah di Tangerang

Wisnu pun optimis, realisasi penyaluran pembiayaan perumahan pada tahun ini pun dapat tercapai, meski ada kenaikan sekitar 10 persen dari target tahun lalu.

“Tahun ini memang punya tantangan sedikit berbeda. Ada Pemilu dan lainnya, tapi kami optimis bisa terealisasi sesuai target,” terang Wisnu, sembari menambahkan, realisasi KPR hingga akhir April masih berjalan normal sesuai target.

Disadari bahwa pertarungan terbesar di wilayah Depok adalah untuk properti komersil atau non subsidi. BTN punya sejumlah cara dan strategi untuk kembali mendulang sukses serupa tahun lalu. Diantaranya adalah dengan terus meningkatkan pelayanan melalui kecepatan proses dan penyederhanaan dokumen persyaratan KPR.

Baca Juga: Damai Putra Group dan Bank Mandiri Kucurkan KPR Milenial

“Di sini memang harus lebih extra. Benar-benar bersaing untuk mencapai target non subsidi,” katanya.

Hingga saat ini, Bank BTN masih memberlakukan bunga KPR sebesar 8,88 persen fix 2 tahun.